“Sawwuu Shufuufakum, Fainna Taswiyatassufhuuf min tamamissholah…”.
Begitulah instruksi sang imam sholat Isya dan Taraweh di salah satu masjid di Dago, Bandung. Instruksi tersebut dibacakannya tiga kali untuk mengingatkan para jamaah yang tepat berada di belakangnya, bahwa meluruskan dan merapatkan barisan adalah bagian dari sempurnanya Shalat.
Suasana yang sebelumnya gaduh dan berisik suara anak-anak, kini mendadak jadi sunyi senyap. Barisan-barisan masjid yang biasanya kosong pun kini tak tanggung-tanggung terisi 100% hingga selasar, bahkan jalan di sebelah masjid yang biasanya sarana untuk lalu-lalang warga pun terisi penuh oleh warga yang mengikuti ritual di bulan ramadhan, yakni shalat taraweh.

Sebagai umat Islam, saya juga melaksanakan kewajibannya di bulan Ramadhan ini. Puasa, shalat taraweh dan juga ikut tadarusan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya melaksanakan ibadah puasa di kampung orang, yaitu Bandung. Sedangakan tahun-tahun sebelumnya saya melaksanakan ibadah puasa di kampung halaman, Indramayu. Suasana ramadhan kali sungguh berbeda, di samping jauh dari keluarga, buka dan sahurnya juga masak sendiri :D. Tak apa lah jauh dari keluarga, semua itu demi cita-cita menuntut ilmu.
Bagi seorang blogger yang

Dalam menjalankan ibadah puasa, bukanlah sekedar menahan lapar dan dahaga semata. Selain dari itu, puasa juga dapat membentuk mental dan jiwa kita terhadap sesama, peka terhadap orang di sisi kanan dan kiri kita, membiasakan kita terhindar dari hal-hal yang bisa mendatangkan dosa, dan masih banyak lagi. Dan pada dasarnya lagi, puasa juga dapat meningkatkan drajat manusia, menjadi manusia taqwa sebagaimana yang diharapkan oleh Allah SWT. "Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu Bertaqwa. [Al-Baqarah: 183]"
Terlebih lagi dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan tentang keutaman bulan Ramadhan ini. Man farikha bidukhuli ramadhona, harromallahu jasadahu 'alanniiroon", yang artinya kurang lebih: Barang siapa yang merasa bangga dengan datangnya bulan ramadhan, maka Allah akan mengharam jasadnya masuk neraka. Ternyata, di bulan ramadhan memang dahsyat pahalanya...
Berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, ramadhan kali ini lebih berasa. Bisa lebih mandiri, karena jauh dari orang tua dan juga bisa bersosialisi dengan masyarakat sekitar yang mayoritas belum saya kenal. Yang jelas, nikmat banget dah ramadhann tahun ini...
Setelah kita berpuasa 1 bulan penuh di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, kita akan merayakan hari kemenangan. Hari yang ditunggu-tunggu oleh ummat islam di seluruh duni, yang jatuh tepat di 1 Syawal. Hari itu adalah hari yang fitri/suci selayaknya kita seperti terlahir kembali, tanpa dosa. Dimana semua orang akan saling maaf-maafan, bahkan anggota keluarga yang berada jauh pun akan ke kampung ke kampung halamannya untuk merayakan hari kemenangan tersebut bersama keluarganya. Oh... Indahnya...
Minal Aidin wal Faizin, Mohon maaf Lahir dan Bathin...
Selamat menjalankan Ibadah Puasa dan Hari Raya Ied al Fithri 1430 H
pertamaxxx
BalasHapusidul fitrinya belum kang, tapi mudah2an Allah menyampaikan umur kita. Amin
Iya kang, Amiin..
BalasHapussemoga umur kita sampai pada Idul Fitri nanti.
enaknya mudik lebaran ya sayang saya ga bisa mudik karena pekerjaannya rame Astaga.com lifestyle on the net
BalasHapus